Di tengah dinamika politik Jawa Barat yang selalu bergerak cepat, nama kawan Ade Wardhana Adinata, S.E., M.M. muncul sebagai salah satu sosok yang membawa warna berbeda. Ia bukan politikus yang dibesarkan oleh karpet merah partai. Ia tumbuh dari proses jatuh-bangun, dari dunia usaha, dan dari keyakinan bahwa politik hanya berarti sesuatu jika berpihak pada rakyat. Penunjukannya sebagai Ketua DPW Partai Gema Bangsa Jawa Barat menjadi titik balik perjalanan yang lebih matang.

Dari Kekalahan Menuju Jalan Baru
Pengalaman Pilkada Bogor 2018 sempat menjadi pukulan. Namun alih-alih berhenti, kawan Ade justru membuka babak baru. Ia mendirikan Minaqu Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan ekspor tanaman hias paling menonjol dari Bogor. Dari usaha ini, ia belajar tentang ketahanan, kreativitas, dan pentingnya memberdayakan pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di pasar global.

Pengalaman global tersebut memperluas sudut pandangnya. Ia melihat Bogor dan Jawa Barat bukan hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai pusat energi manusia dan komoditas yang dapat melompat ke panggung internasional jika diberi ekosistem yang tepat.
Gema Bangsa dan Gagasan Politik yang Lebih Dekat ke Rakyat
Ketika kembali ke politik, kawan Ade membawa cara pandang baru. Ia melihat adanya jarak panjang antara kebijakan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bersama Partai Gema Bangsa, ia mendorong gagasan desentralisasi yang lebih membumi—yakni keputusan politik yang dibuat dekat dengan tempat dampaknya dirasakan.

Bagi kawan Ade, politik bukan soal sentralisasi kekuasaan, tetapi bagaimana menghadirkan ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat. Pendekatan ini mulai mendapat perhatian, terutama di daerah-daerah yang selama ini merasa belum sepenuhnya dilibatkan dalam proses pembangunan.
Kreativitas sebagai Jalan Perubahan
Pengalamannya sebagai CEO membuat kawan Ade memahami bahwa banyak persoalan ekonomi dapat diselesaikan melalui pola kerja yang lebih inovatif. Komoditas lokal bisa langsung terhubung dengan pasar nasional maupun internasional tanpa birokrasi yang berbelit. Pelaku UMKM yang tidak tersentuh perbankan tetap bisa mendapatkan peluang jika diberikan pendampingan dan jaringan yang tepat.

Begitu pula dengan politik. Kawan Ade menilai bahwa efisiensi biaya kontestasi publik diperlukan agar pemimpin daerah tidak berangkat dengan beban utang politik yang dapat mengganggu integritas pemerintahan. Gagasan ini menjadi bagian penting dari komitmen Gema Bangsa terhadap tata kelola yang bersih.
Dari Bogor Menuju Jawa Barat yang Lebih Berdaya
Perjalanan hidup kawan Ade menunjukkan kombinasi antara pengalaman bisnis global, kepedulian lokal, dan keberanian mengambil jalan berbeda. Ia kembali ke panggung politik bukan sekadar membawa cerita sukses, tetapi membawa cara kerja baru: praktis, inklusif, dan dekat dengan masyarakat.

Ia menjadi representasi bahwa perubahan tidak lahir dari slogan, tetapi dari keberanian merumuskan langkah konkret yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Dan itulah yang menjadikan sosoknya menarik untuk diperhatikan, bukan hanya oleh warga Bogor dan Jawa Barat, tetapi juga oleh publik nasional yang mencari model kepemimpinan baru.

