Di Nusa Tenggara Timur, politik mulai bergerak lebih awal. Tanpa hiruk-pikuk, tanpa seremonial berlebihan—namun rapi, terukur, dan penuh kesadaran arah. Itulah suasana yang terasa dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Gema Bangsa NTT. Bagi partai ini, Rakorwil bukan sekadar agenda organisasi, melainkan titik awal menata langkah panjang menuju Pemilu 2029.

Rakorwil dipimpin langsung Ketua DPW Partai Gema Bangsa NTT, Jonathan Nubahonis, bersama Sekretaris DPW Yeheskial Natonis, serta dihadiri para ketua dan sekretaris DPD dan perwakilan DPC dari seluruh kabupaten dan kota se-NTT. Pesannya tegas: mesin partai harus bekerja sekarang, bukan nanti.
Konsolidasi sebagai Fondasi, Bukan Formalitas
Dalam arahannya, Jonathan Nubahonis menegaskan bahwa Rakorwil adalah momentum menyatukan irama kerja politik—lebih terstruktur, disiplin, dan fokus pada target jangka panjang.
“Gema Bangsa harus hadir sebagai kekuatan alternatif baru di NTT. Kita tidak boleh berjalan setengah-setengah. Pemilu 2029 adalah momentum penting, dan soliditas adalah harga mati,” tegasnya.
Menurut Jonathan, politik tidak cukup digerakkan oleh semangat semata. Ia menekankan pentingnya kerja profesional berbasis data: pemetaan wilayah, pembacaan kekuatan lokal, identifikasi basis suara potensial, hingga memahami dinamika sosial-politik di setiap daerah.
Bergerak Lebih Awal, Bekerja Lebih Serius
Nada yang sama disampaikan Sekretaris DPW, Yeheskial Natonis. Ia mengingatkan seluruh jajaran bahwa waktu adalah aset politik paling berharga. Menunggu mendekati pemilu, katanya, hanya akan membuat partai tertinggal.
“Instruksi DPW jelas: bangun struktur hingga desa dan kelurahan, kuatkan kaderisasi, dan bergerak lebih awal. Momentum tidak datang sendiri—momentum harus kita ciptakan,” ujarnya.
Yes Natonis juga menekankan pentingnya komunikasi politik yang sejalan dari pusat hingga daerah. DPD dan DPC diminta aktif membangun kedekatan dengan tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan kelompok profesional agar kehadiran partai benar-benar terasa di tengah masyarakat.
Politik yang Dikerjakan, Bukan Sekadar Diumumkan
Rakorwil ini tidak berhenti pada pidato dan seruan. Sejumlah agenda strategis dibahas secara konkret, di antaranya penguatan mesin partai di kabupaten dan kota, rekrutmen kader dan pembentukan sayap organisasi, strategi pemenangan berbasis TPS, penyusunan badan saksi yang terlatih, pemanfaatan teknologi digital untuk komunikasi politik, pemetaan peluang kursi di setiap daerah pemilihan, serta persiapan menghadapi verifikasi administrasi dan faktual.
DPW menargetkan setiap DPD menyusun laporan perkembangan organisasi dalam tiga bulan ke depan, dengan ukuran utama kesiapan struktur hingga ke tingkat paling bawah.
Optimisme yang Bertumpu pada Kerja Kolektif
Jonathan Nubahonis meyakini bahwa Gema Bangsa NTT memiliki peluang besar untuk menembus panggung politik daerah jika soliditas dan disiplin organisasi benar-benar dijaga.
“Kita memang partai baru, tapi itu bukan kelemahan. Kita justru punya energi baru. Selama kita solid dan bekerja konsisten, peluang itu terbuka lebar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Gema Bangsa harus hadir membawa solusi nyata, bukan sekadar janji politik. Program-program kerakyatan terus dirumuskan agar partai memiliki tawaran konkret yang relevan dengan kebutuhan masyarakat NTT.
Satu Barisan, Satu Arah
Rakorwil ditutup dengan komitmen bersama untuk bekerja dalam satu komando. Para ketua DPD menyatakan kesiapan melakukan konsolidasi internal secara masif di wilayah masing-masing, menghidupkan struktur, dan memperluas basis dukungan hingga ke akar rumput.
Dengan keseriusan DPW dan dukungan struktur yang terus diperkuat, Partai Gema Bangsa NTT menatap Pemilu 2029 dengan optimisme yang realistis: bergerak lebih awal, bekerja lebih rapi, dan menyiapkan diri untuk merebut kursi legislatif di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

