Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat

Dari Rasa Asing ke Keyakinan: Cerita Haji Bode Menemukan Politik yang Berdaulat

Kadang perjalanan politik tidak dimulai dari ambisi, tetapi dari rasa penasaran.

Begitulah cerita Haji Bode ketika pertama kali diajak menghadiri sebuah diskusi oleh tokoh muda Bogor yang ia kenal energik dan penuh semangat, Kang Ade Wardhana Adinata. Saat itu ia datang bukan sebagai kader, bukan sebagai simpatisan fanatik, melainkan sekadar tamu.

Haji Bode

“Waktu itu saya cuma datang sebagai tamu. Jujur saja, politik itu hal yang baru dan asing buat saya,” tuturnya.

Ia duduk, menyimak, dan mencoba memahami arah pembicaraan. Dari diskusi tersebut ia mulai menangkap satu kesimpulan sederhana: sedang dirintis sebuah partai baru dengan gagasan yang berbeda.

Haji Boder bersama DPW Partai Gema Bangsa

Rasa ingin tahunya muncul. Di sela istirahat makan, ia memilih tidak beranjak jauh. Ia justru mendekat dan bertanya lebih banyak.

“Saya banyak bertanya soal politik. Kurang lebih satu jam saya seperti les privat politik sama Kang Ade,” katanya sambil tersenyum.

Percakapan itulah yang mengubah cara pandangnya.

Partai yang Tidak Sentralistik

Bagi Haji Bode, salah satu hal yang langsung terasa berbeda adalah konsep kemandirian partai.

“Ini menarik dan cukup menantang. Partai ini mandiri, semua anggota itu pemilik partai,” ujarnya.

Kalimat itu sederhana, tetapi baginya bermakna besar. Selama ini ia melihat partai politik sering kali terpusat pada figur tertentu. Struktur di daerah berjalan, tetapi keputusan strategis kerap datang dari atas.

Ia bahkan berbicara lugas soal pengalaman politik daerah.

“Selama ini kalau sudah bicara sentralistik atau pusat, daerah cenderung pasrah. Banyak dewan titipan dari pusat. Bahkan ketua partai di daerah saja kadang tak berdaya,” katanya.

Nada bicaranya bukan marah, tetapi reflektif. Ia merasa bahwa pola sentralistik membuat daerah kehilangan kedaulatan.

“Buat saya, partai sentralistik itu tidak jauh beda dengan penjajahan politik terhadap daerah,” tambahnya.

Indonesia Reborn dan Momentum Perubahan

Gagasan lain yang membuatnya berpikir adalah konsep Indonesia Reborn.

“Dalam organisasi, dalam negara, selalu ada momentum perubahan. Reborn itu wajar. Perubahan itu alami,” ujarnya.

Ia melihat pembaruan bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai keniscayaan sejarah. Setiap zaman memiliki ordo perubahan. Tanpa keberanian memperbarui diri, organisasi akan tertinggal.

Tokoh Itu Rakyatnya Sendiri

Salah satu bagian yang paling ia sukai adalah cara memandang kepemimpinan.

Ketika ada yang bertanya kepadanya, “Siapa tokoh Gema Bangsa?” ia menjawab dengan gaya khasnya:

“Tokohnya? Amanglah. Istri amanglah. Anak amanglah. Siapa pun yang tinggal dan berjuang di daerahnya itu tokoh.”

Baginya, politik tidak boleh hanya bergantung pada ketokohan pusat. Orang luar belum tentu memahami budaya, adat, dan karakter masyarakat daerah.

“Sudah tidak zamannya tergantung ketokohan dari pusat. Yang paling tahu wilayah itu ya orang yang hidup di situ,” katanya.

Di situlah ia merasa gagasan desentralisasi politik menemukan makna nyata: mengangkat derajat rakyat daerah sebagai subjek, bukan sekadar objek keputusan.

Politik Itu Soal Kejujuran dan Nilai Juang

Seiring waktu, keterlibatannya semakin dalam. Ia mulai aktif dalam diskusi-diskusi, meskipun ia sendiri mengaku belum pernah mencalonkan diri bahkan untuk jabatan paling sederhana.

“Nyalon RT saja belum pernah,” ujarnya sambil tertawa.

Namun ia percaya bahwa politik bukan soal jabatan.

“Investasi dalam politik itu sederhana: kejujuran dan nilai juang terhadap konstituen dan masyarakat. Itu saja,” tegasnya.

Menurutnya, partai lama maupun partai baru sama-sama punya peluang. Yang membedakan adalah budaya yang dibangun di dalamnya.

“Kalau harus masuk partai yang dinasti dan tertutup, lebih baik saya tidak berjuang dalam politik. Mending jualan saja,” katanya terus terang.

Keputusan akhirnya lahir bukan dari euforia, tetapi dari pertimbangan akal sehat.

“Akhirnya akal sehat saya memutuskan bergabung menjadi keluarga besar Partai Gema Bangsa Jawa Barat,” pungkasnya.


Catatan Redaksi
Cerita Haji Bode menunjukkan bahwa kesadaran politik dapat tumbuh secara alami—melalui dialog, keterbukaan, dan perjumpaan gagasan. Ketika daerah diberi ruang berdaulat dan anggota diposisikan sebagai pemilik perjuangan, politik tidak lagi terasa asing. Ia menjadi ruang bersama untuk memperjuangkan keadilan dan martabat daerah.


#DesentralisasiPolitik #GemaBangsa #IndonesiaReborn #PolitikDaerah #KedaulatanRakyat

Unduh Aplikasi Resmi Partai Gema Bangsa

Download Aplikasi Gema Bangsa di Google Play Download Aplikasi Gema Bangsa di App Store

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat
0

Subtotal