Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat

DPP Partai Gema Bangsa

Selamat & Sukses atas Terselenggaranya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

“Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”

Partai Gema Bangsa menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Mengusung tema besar "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa", semoga permusyawaratan agung ini menjadi berkah bagi Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, umat, dan bangsa Indonesia.

Muktamar sebagai forum musyawarah tertinggi Nahdlatul Ulama digelar setiap lima tahun sekali untuk merumuskan arah perjuangan organisasi, mempererat ukhuwah, serta menetapkan kepemimpinan baru. Pada perhelatan kali ini, ribuan muktamirin dari seluruh penjuru negeri bahkan mancanegara berkumpul untuk bermusyawarah, membahas berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan melalui forum Bahtsul Masail, hingga merumuskan program kerja lima tahun ke depan.

Rangkaian Acara yang Khidmat

Rangkaian Muktamar ke-35 NU dibuka secara resmi dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyampaikan amanat sekaligus meresmikan pembukaan forum tertinggi Nahdliyin tersebut. Suasana spiritual turut mewarnai jalannya muktamar, diawali dengan Istighotsah Kubro sebagai wujud kebersamaan dan doa bersama seluruh peserta sebelum memasuki rangkaian sidang-sidang penting.

Selama beberapa hari pelaksanaannya, muktamirin menjalani serangkaian sidang komisi dan sidang pleno secara maraton, mulai dari pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban kepengurusan, hingga forum Bahtsul Masail yang membahas isu-isu aktual kebangsaan dan keagamaan.

Kepemimpinan Baru PBNU 2026–2031

Salah satu agenda puncak Muktamar ke-35 NU adalah penetapan kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk masa khidmat 2026–2031. Melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sembilan ulama sepuh menetapkan KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam, mendampingi KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus cicit pendiri NU, yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.

“Anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026–2031,” demikian disampaikan salah satu anggota AHWA. — KH Anwar Iskandar, saat membacakan hasil sidang pleno di hadapan para muktamirin

Menariknya, Muktamar ke-35 NU turut menyepakati aturan baru berupa larangan rangkap jabatan politik bagi pucuk pimpinan tertinggi organisasi, yakni Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Keputusan ini mencerminkan semangat tema muktamar itu sendiri, menjaga marwah kelembagaan NU sebagai organisasi keagamaan yang independen sekaligus memperkaya khidmat bagi kemaslahatan umat dan bangsa.

Doa dan Harapan Gema Bangsa

Partai Gema Bangsa memandang Nahdlatul Ulama sebagai salah satu pilar penting penjaga moderasi beragama dan perekat kebangsaan Indonesia. Terselenggaranya Muktamar ke-35 dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan adalah bukti kematangan organisasi yang telah berkhidmat selama satu abad lebih bagi negeri ini.

Semoga seluruh keputusan strategis yang lahir dari forum permusyawaratan agung ini, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun kebangsaan, membawa kemaslahatan yang luas bagi Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, kemajuan masyarakat, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepada jajaran kepengurusan PBNU masa khidmat 2026–2031 yang baru saja ditetapkan, segenap keluarga besar Partai Gema Bangsa mengucapkan selamat mengemban amanah, disertai doa agar senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan tugas.

"Selamat ber-Muktamar, semoga Allah SWT meridai setiap langkah musyawarah."

Ahmad Rofiq  &  Muhammad Sopiyan

Ketua Umum  ·  Sekretaris Jenderal DPP Partai Gema Bangsa

Flyer Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama - tampilan penuh
Post Views: 5

Bagikan ini:

Like this:

Like Loading…
Scroll to Top
Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat