Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat
Di sisi lain, para pegiat pemilu dan koalisi masyarakat sipil seperti Perludem menilai titik temu idealnya justru berada di angka 2,5%. Angka ini dipandang ideal dalam berpartai untuk menyelamatkan suara-suara rakyat agar tidak terbuang sia-sia atau mubazir.
Lantas, bagaimana Partai Gema Bangsa memandang hiruk-pikuk ini?
Alasan klasik yang kerap digaungkan para elite untuk menaikkan ambang batas adalah demi efisiensi anggaran negara atau penyederhanaan sistem. Padahal, kalau alasannya efisiensi, angka 5% itu terlalu kecil.
Kenapa tidak langsung kembali saja seperti zaman Soeharto? Efisiensi partai dan anggaran ya difusikan saja jadi tiga partai, tidak usah pakai rekayasa undang-undang dan sebagainya.
Mahkamah Konstitusi (MK) sebetulnya sudah memberi catatan bahwa banyak suara rakyat yang tidak ter-representasi menjadi kursi sehingga mubazir dan terbuang. Ketika partai-partai mapan bergerombol menaikkan angka tersebut, yang terjadi justru pembajakan ruang demokrasi oleh kekuasaan. Siasat-siasat mereka terlalu norak—mau menipu rakyat tapi ketahuan, yang menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia mereka dalam bersiasat memang kasar dan membuat cara mengelola negara menjadi ugal-ugalan serta brutal, sementara zaman sudah melampaui hal-hal semacam itu.
Sebagai partai baru, urusan parliamentary threshold ini sebenarnya tidak terlalu penting bagi Gema Bangsa. Kenapa? Karena kita ini mau bertarung di arena yang aturannya sejak awal ditentukan oleh lawan-lawan politik kita.
Sudah pasti mereka akan membuat aturan ini seberat-beratnya dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing untuk menghambat partai baru serta mengamankan kepentingan mereka yang ada di parlemen. Mau mereka sepakat 5%, PAN minta 4%, atau Nasdem di angka 7%, silakan saja mereka berunding dan berkompromi sendiri.
Gema Bangsa tidak akan terpengaruh. Mau dipatok berapapun, kita layani dan kita hadapi. Kita santai dan ketawa saja, karena konsolidasi kita terus berjalan matang di bawah, dan kader-kader kita sudah bersiap dengan segala kemungkinan.
Prinsip dasar Partai Gema Bangsa sangat jelas: kalau alasannya untuk mengakomodir kepentingan dan suara rakyat agar kursi tidak terbuang, itu harus dipikirkan. Jangan sampai ada benturan antara kepentingan demokrasi dengan kepentingan kekuasaan partai.
Rakyat sudah dieksploitasi dan capek mencoblos dalam pemilu, tapi keterwakilannya malah terbuang sia-sia demi melanggengkan kursi dan kekuasaan politik para elite.
Zaman sudah berubah dan konsolidasi kita sudah matang. Partai Gema Bangsa siap menghadapi aturan main apa pun, tetap konsisten berada di garis perjuangan rakyat, serta menjadi kekuatan yang tajam dan berbahaya dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.
Simak video perbincangan selengkapnya: