Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat

Joko Kanigoro: Hidup Rakyat Harus Masuk Akal, Bukan Sekadar Bertahan Hidup

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa, Joko Kanigoro, menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional harus kembali berpijak pada realitas kehidupan rakyat. Menurutnya, tujuan pembangunan ekonomi bukan sekadar menjaga angka pertumbuhan, tetapi memastikan masyarakat dapat hidup secara wajar dan bermartabat.

Joko Kanigoro: Hidup Rakyat Harus Masuk Akal

“Hidup rakyat harus masuk akal. Kesejahteraan bukan kemewahan, tetapi hak setiap warga negara,” ujarnya.

Ketimpangan dalam Struktur Ekonomi

Joko menilai ada ketimpangan mendasar dalam struktur ekonomi Indonesia saat ini. Di satu sisi, masyarakat dipaksa menghadapi biaya hidup yang mengikuti standar global. Namun di sisi lain, pendapatan mereka masih dibatasi oleh standar upah domestik yang relatif rendah.

Kondisi ini menciptakan ironi dalam kehidupan sehari-hari. Harga pangan, energi, dan berbagai kebutuhan dasar terus terpengaruh oleh dinamika pasar internasional, sementara daya beli masyarakat tidak tumbuh secepat itu.

“Rakyat akhirnya harus hidup dengan standar pendapatan lokal, tetapi menghadapi harga kebutuhan yang terus naik mengikuti pasar global,” kata Joko.

Pertumbuhan yang Tidak Selalu Terasa

Ia juga menyoroti bahwa indikator makro ekonomi seperti inflasi dan pertumbuhan sering kali terlihat stabil di atas kertas. Namun kondisi di lapangan menunjukkan cerita yang berbeda.

Harga pangan, energi, hingga layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan terus meningkat. Ketergantungan pada impor juga membuat harga semakin rentan terhadap gejolak global.

Sementara itu, menurut Joko, formula pengupahan yang selama ini digunakan pemerintah cenderung hanya dirancang agar masyarakat mampu bertahan hidup, bukan untuk mencapai taraf hidup yang layak atau meningkatkan produktivitas.

Kebijakan Terlalu Berpihak pada Stabilitas Pasar

Joko juga mengkritik kebijakan ekonomi yang dinilai terlalu fokus pada menjaga kepercayaan investor dan stabilitas fiskal. Dalam praktiknya, pendekatan ini sering mengabaikan aspek perlindungan sosial bagi masyarakat.

Akibatnya, ketika ekonomi global terguncang, rakyat langsung merasakan dampaknya. Namun ketika ekonomi tumbuh, manfaatnya tidak selalu mengalir secara adil ke lapisan masyarakat bawah.

“Negara jangan hanya menjadi manajer stabilitas untuk kepentingan pasar. Negara harus menjadi arsitek keseimbangan sosial,” tegasnya.

Fondasi Domestik Harus Diperkuat

Menurut Joko, pembangunan ekonomi Indonesia juga menghadapi paradoks. Negara ingin tampil modern di mata dunia, namun fondasi domestiknya belum cukup kuat.

Ketahanan pangan, industrialisasi nasional, serta kedaulatan sumber daya masih perlu diperkuat. Tanpa fondasi ini, integrasi ke ekonomi global justru berisiko membuat rakyat menanggung beban yang lebih besar.

Situasi tersebut, kata dia, dapat memicu frustrasi sosial karena masyarakat merasa sistem ekonomi tidak berjalan secara adil.

Mengembalikan Ekonomi pada Realitas Rakyat

Sebagai solusi, Joko menilai kebijakan ekonomi harus kembali pada prinsip rasionalitas hidup rakyat. Artinya, kebijakan harus mampu menyelaraskan tiga hal penting: pendapatan masyarakat, perlindungan sosial, dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Negara juga perlu memperkuat sektor riil agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada kehidupan masyarakat.

“Tujuan ekonomi bukan sekadar angka di laporan teknokratis, tetapi menciptakan sistem yang memungkinkan masyarakat hidup wajar, memiliki tabungan, dan memiliki mobilitas sosial yang nyata,” jelasnya.

Agar Hidup Rakyat Benar-Benar Masuk Akal

Joko menegaskan bahwa jika harga kebutuhan mengikuti standar global, maka pendapatan masyarakat juga harus didorong meningkat. Alternatif lainnya, negara harus memperkuat perlindungan kebutuhan dasar.

Ia menilai negara harus menjadi penyeimbang struktur ekonomi melalui percepatan industrialisasi, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta kebijakan yang berpihak pada kehidupan masyarakat.

“Ekonomi harus menghadirkan kewarasan hidup bagi rakyat. Jika harga global terus naik, maka pendapatan atau perlindungan sosial juga harus diperkuat agar hidup masyarakat benar-benar masuk akal,” pungkasnya.

#JokoKanigoro #PartaiGemaBangsa #EkonomiRakyat #KeadilanEkonomi #HidupMasukAkal

Unduh Aplikasi Resmi Partai Gema Bangsa

Download Aplikasi Gema Bangsa di Google Play Download Aplikasi Gema Bangsa di App Store

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat