Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat

Ketua Gema Bangsa Jabar Ade Wardhana dukung penuh BUMN Ekspor PT Danantara besutan Prabowo, namun beri warning keras soal risiko birokrasi.
Opini & Strategi Sabtu, 23 Mei 2026

Menyumbat Kebocoran Devisa Lewat PT Danantara: Catatan Kritis Ade Wardhana dari Gema Bangsa Jabar

JAKARTA, partaigemabangsa.org – Langkah berani Presiden Prabowo Subianto mengambil alih kendali jalur distribusi internasional melalui pembentukan BUMN Ekspor, PT Danantara Sumber Daya Indonesia, menandai babak baru dalam sejarah kedaulatan ekonomi nasional. Kebijakan radikal ini dinilai sebagai jawaban konkret atas teka-teki besar yang selama ini menghantui perekonomian kita: ke mana larinya devisa hasil bumi Indonesia?

Diumumkan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPR terkait penyampaian KEM PPKF 2027 di Jakarta, Rabu (20/5/2026), PT Danantara diproyeksikan memegang kendali penuh atas ekspor tiga komoditas jangkar nasional: batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy. Kebijakan satu pintu (one-gate system) ini langsung memantik analisis strategis dari daerah. Ketua DPW Gema Bangsa Jawa Barat, Ade Wardhana, menilai momentum ini sebagai titik balik Indonesia untuk merebut kembali hak penentuan harga (price maker) di panggung global.

Memutus Rantai Transfer Pricing dan Menjinakkan Pasar Global

Selama ini, ketergantungan pada pasar bebas sering kali menempatkan eksportir nasional pada posisi tawar yang lemah (price taker), terutama saat berhadapan dengan kekuatan korporasi dari Tiongkok, India, maupun Uni Eropa.

Ade Wardhana, yang juga merupakan pelaku usaha ekspor selaku CEO Minaqu, membedah bahwa akar masalah fundamental ekonomi ekspor kita terletak pada manipulasi sistemik di wilayah abu-abu.

“Pembentukan BUMN khusus ekspor ini adalah langkah taktis yang sangat positif. Target utamanya harus jelas: menyumbat kebocoran devisa dan menghabisi praktik transfer pricing serta underpricing. Ketika negara mengonsolidasikan ekspor komoditas strategis ini, kita tidak bisa lagi didikte oleh pembeli luar negeri. Indonesia akan memiliki bargaining power yang jauh lebih solid,” urai Ade Wardhana, Sabtu (23/5/2026).

Efek domino dari kebijakan satu pintu ini diprediksi akan langsung menyuntikkan energi positif pada penguatan mata uang dan ketahanan fiskal dalam negeri:

  • Repatriasi Devisa yang Rigid: Devisa Hasil Ekspor (DHE) tidak akan lagi mampir atau menetap di bank-bank luar negeri, melainkan wajib masuk ke dalam ekosistem keuangan domestik.
  • Stabilitas Moneter & Otot Rupiah: Pasokan valuta asing yang stabil di dalam negeri secara otomatis akan mempertebal cadangan devisa dan menjaga keperkasaan nilai tukar Rupiah dari guncangan eksternal.

Otot Birokrasi vs Profesionalisme: Jangan Jadi "Tengkulak Gaya Baru"

Namun, Gema Bangsa Jawa Barat tidak memberikan cek kosong. Di balik dukungan penuh terhadap visi besar Presiden Prabowo, Ade Wardhana melontarkan warning keras terkait potensi penyakit akut birokrasi: korupsi, birokratisasi yang berbelit, dan perburuan rente (rent-seeking).

Ia mengingatkan, jangan sampai niat suci menasionalisasi tata kelola ekspor ini justru melahirkan monster monopoli baru yang mencekik pelaku usaha lokal yang sudah tertib.

“PT Danantara harus diisi dan dikelola oleh para profesional murni yang paham dinamika pasar internasional, bukan sekadar tempat penampungan bagi kepentingan elite politik. Kita tidak ingin badan ini berubah wujud menjadi 'tengkulak berwajah birokrat'. Kuncinya hanya satu: digitalisasi total secara end-to-end. Semua sistem harga, kuota, dan operasional harus terbuka secara online agar bisa dipantau oleh publik dan pelaku usaha,” tegas pimpinan Gema Bangsa Jabar tersebut.

Komitmen Nasionalisme Ekonomi Kader Gema Bangsa

Menutup analisisnya, Ade menggarisbawahi bahwa mayoritas pengusaha nasional yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi pasti akan berdiri di belakang pemerintah. Meskipun regulasi ekspor mandiri oleh swasta saat ini sudah relatif mudah, ia backseat-driver oknum-oknum yang kerap bermain di wilayah abu-abu demi keuntungan pribadi dengan mengorbankan devisa negara.

"Fasilitas dari pemerintah sebenarnya sudah sangat mendukung swasta. Namun, demi kepentingan nasional yang lebih besar, konsolidasi lewat PT Danantara ini wajib kita kawal bersama. Sebagai kader Gema Bangsa dan pelaku usaha, kami mendukung penuh transisi ini demi memastikan bahwa setiap butir kekayaan alam Indonesia kembali dalam bentuk kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyat," pungkas Ade.

Post Views: 4

Bagikan ini:

Like this:

Like Loading...
Scroll to Top
Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat