Jakarta, 1 Maret 2026. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa dengan ini menyatakan sikap mengutuk keras setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Penggunaan kekuatan militer yang mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional merupakan bentuk arogansi kekuasaan yang secara nyata mengancam perdamaian dunia serta keselamatan umat manusia. Kami menegaskan bahwa tidak ada justifikasi politik maupun moral yang dapat membenarkan tindakan yang memperluas spektrum perang dan mengorbankan warga sipil.
Setiap bentuk intervensi bersenjata yang menihilkan kedaulatan negara lain adalah pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas global. Perang bukanlah solusi; perang adalah monumen kegagalan diplomasi dan kehancuran kepemimpinan.
Indonesia, melalui mandat konstitusi dan prinsip politik luar negeri Bebas Aktif, tidak boleh menjadi alat, pengikut, apalagi tunduk pada tekanan kekuatan global mana pun. Indonesia harus berdiri tegak: berpihak pada perdamaian abadi, supremasi hukum internasional, dan perlindungan kepentingan nasional.
Atas dasar tersebut, Partai Gema Bangsa menuntut:
Penghentian Segera seluruh operasi militer sepihak (unilateral) yang berpotensi memicu perang kawasan yang lebih luas.
Penolakan Standar Ganda oleh komunitas internasional dalam penegakan hukum internasional dan hak asasi manusia.
Diplomasi Aktif dan Berani dari Pemerintah Indonesia, yang melampaui sekadar retorika simbolik, guna meredam ketegangan global.
Perlindungan Total terhadap WNI serta langkah konkret Pemerintah untuk memitigasi dampak ekonomi nasional akibat gejolak harga energi, inflasi, dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Eskalasi konflik global ini berdampak langsung pada daya beli rakyat. Rakyat Indonesia tidak boleh menjadi korban dari ambisi geopolitik yang tidak mereka ciptakan. Kepemimpinan dunia hari ini sedang diuji: mereka yang memilih memperbesar api konflik akan dicatat sejarah sebagai pihak yang melanggengkan penderitaan umat manusia.
Satu barisan untuk perdamaian dunia.
Ary Oskandar Ketua DPP Partai Gema Bangsa
Bidang Luar Negeri

