BIREUEN — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Provinsi Aceh terus memperkuat konsolidasi internal melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang digelar di Aula Sekdakab Lama ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW Aceh, Hamdani Hamid, sebagai langkah strategis menghadapi tahapan verifikasi menuju Pemilu 2029.

Konsolidasi Organisasi sebagai Fondasi Kemenangan
Rakorda ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan organisasi sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan partai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Wilayah Aceh Ilyas M. Harun, jajaran Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) yang diwakili Faisal Jamaluddin, serta pengurus DPD Partai Gema Bangsa Bireuen. Kegiatan ini juga diikuti oleh ketua, sekretaris, dan bendahara dari 17 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPC) se-Kabupaten Bireuen.
Dalam arahannya, Hamdani Hamid menegaskan bahwa konsolidasi organisasi merupakan kunci utama untuk memastikan kesiapan partai menghadapi verifikasi.
“Kekuatan partai ditentukan oleh soliditas struktur dari bawah hingga atas. Kita harus memastikan seluruh jenjang kepengurusan berjalan efektif dan siap diverifikasi,” ujarnya.
Apresiasi atas Kerja Kolektif di Bireuen
Hamdani juga memberikan apresiasi kepada jajaran DPD Bireuen di bawah kepemimpinan Marzuki yang dinilai berhasil membangun struktur partai hingga ke 17 kecamatan di tengah berbagai dinamika lapangan.
“Membangun struktur partai bukan pekerjaan mudah. Dinamikanya tinggi, tetapi dengan komitmen dan kerja kolektif, DPD Bireuen mampu membuktikan bahwa struktur yang kuat bisa diwujudkan,” tambahnya.
Kritik terhadap Praktik Politik Uang
Dalam kesempatan tersebut, Hamdani menyoroti realitas politik yang masih diwarnai praktik politik uang, yang kerap menghambat lahirnya pemimpin berbasis kapasitas dan integritas.
“Masih banyak tokoh berkualitas yang terpinggirkan karena keterbatasan finansial. Ini realitas yang tidak boleh kita biarkan terus berlangsung. Politik harus kembali pada nilai dan gagasan,” tegasnya.
Partai sebagai Instrumen Perubahan
Menurutnya, kehadiran Partai Gema Bangsa merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan perubahan dalam sistem politik yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Perubahan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan politik. Partai politik adalah instrumen perjuangan itu. Di sinilah kita mengambil peran untuk memastikan aspirasi rakyat benar-benar diperjuangkan,” jelasnya.
Strategi Desentralisasi untuk Penguatan Daerah
Hamdani juga menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa mengedepankan pendekatan desentralisasi dalam pengelolaan organisasi, dengan memberikan ruang kepada daerah untuk merumuskan strategi yang kontekstual sesuai karakter wilayah masing-masing.
Optimisme Menuju Kekuatan Politik Baru
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gema Bangsa Bireuen, Marzuki, menyatakan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat struktur dan soliditas partai hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi titik awal penguatan mesin politik secara menyeluruh di Bireuen.
“Dengan struktur yang semakin solid dan kerja yang terarah, kami optimistis Partai Gema Bangsa akan tampil sebagai kekuatan politik baru yang diperhitungkan pada Pemilu 2029,” pungkasnya

