Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat

Politik Kok Nunggu Perintah? Saatnya Pake Imajinasi, Bukan Cuma Jadi Robot!

Pernah nggak sih kamu merasa kalau dunia politik kita itu gitu-gitu aja? Isinya cuma instruksi dari pusat, kader yang manggut-manggut, dan kebijakan yang rasanya “jauh” banget dari apa yang sebenarnya kita butuhin di daerah?

Kalau kamu merasakan hal yang sama, berarti kamu satu frekuensi dengan apa yang baru saja disuarakan oleh Ketua Umum Partai Gema Bangsa dalam orasi terbarunya. Bukan sekadar pidato biasa, orasi ini lebih mirip sebuah “pemberontakan” terhadap budaya politik lama yang bikin kita bosan.

Politik Bukan Soal “Siap Bos!”

Selama ini, kita terbiasa melihat partai politik seperti barisan robot. Apa kata pusat, itulah yang dikerjakan daerah. Tapi di Gema Bangsa, aturannya mau dibalik total.

“Kita tidak lagi bicara politik itu menunggu perintah,” tegas sang Ketum. Pesannya jelas: politik itu harusnya penuh dengan imajinasi, cita-cita, dan inisiatif mandiri. Bayangkan kalau setiap orang di daerah nggak perlu lagi nunggu “surat sakti” dari Jakarta cuma buat bikin perubahan di kampung halamannya sendiri. Segar banget, kan?

Semua Orang Punya “Kursi” yang Sama

Salah satu hal yang paling antimainstream dari visi ini adalah konsep Egaliter. Di sini, nggak ada yang namanya kasta-kastaan antara orang pusat dan orang daerah.

Bedanya cuma tempat tugasnya saja: ada yang di kabupaten, provinsi, atau pusat. Tapi secara tanggung jawab? Semuanya sama. Bahkan, ada janji manis yang berani: “Siapapun punya hak untuk jadi Ketua Umum.” Ini bukan cuma soal jabatan, tapi soal menghargai kapasitas manusia tanpa melihat dia “anak siapa” atau “dekat dengan siapa” di pusat.

Indonesia Itu Raksasa, Nggak Bisa “Disetir” Sendirian

Logikanya sederhana: Indonesia ini luas banget. Dari Sabang sampai Merauke punya masalah yang beda-beda. Kalau semua keputusan harus nunggu satu atau dua orang di Jakarta, kapan selesainya?

Itulah kenapa Desentralisasi Politik jadi harga mati. Reformasi dulu lahir karena kita muak dengan sistem yang serba terpusat (sentralistik). Gema Bangsa ingin mengembalikan marwah itu. Biarkan daerah yang menentukan nasibnya sendiri, karena mereka yang paling tahu apa yang mereka butuhkan.

Akhir dari Politik “Tuli”

Sistem baru ini adalah bentuk perlawanan terhadap partai yang selama ini “tuli” terhadap aspirasi bawah. Capek nggak sih, sudah kerja keras di daerah, tapi nggak pernah dihargai atau didengar oleh pusat?

Nah, di sini semuanya dibalik. Kebijakan harus lahir dari bawah ke atas (bottom-up). Inilah kunci kesejahteraan baru: saat otonomisasi benar-benar hadir di setiap sudut kota dan kabupaten.

Kesimpulannya? Politik nggak harus kaku dan membosankan. Politik bisa jadi ruang kreatif kalau kita berani melepas status “robot” dan mulai menggunakan imajinasi untuk membangun daerah masing-masing.

Jadi, masih mau nunggu perintah, atau mulai bergerak sendiri sekarang?

bukan robot partai, kami penggerak perubahan
Unduh Aplikasi Resmi Partai Gema Bangsa

Download Aplikasi Gema Bangsa di Google Play Download Aplikasi Gema Bangsa di App Store

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat
0

Subtotal