Status darurat narkoba di Sumatera Utara kini mencapai titik kritis. Kabupaten Labuhanbatu beserta dua wilayah pemekarannya, Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel), kini berada dalam Zona Merah (Red Zone) yang mengkhawatirkan.

Tingginya angka pengungkapan kasus serta masifnya peredaran gelap narkotika di kawasan ini dinilai sebagai ancaman langsung terhadap ketahanan sosial masyarakat.
Ketua DPP Partai Gema Bangsa Bidang Sosial dan Kebencanaan, Denny Adin, menegaskan bahwa fenomena ini bukan lagi persoalan kriminal biasa, melainkan ancaman terhadap kedaulatan generasi masa depan.
“Negara harus hadir dan bertindak tegas. Kita tidak boleh lagi bekerja secara reaktif hanya setelah kasus meledak ke publik. Keselamatan generasi muda kita sedang dipertaruhkan,” ujar Denny Adin dalam keterangan resminya, April 2026.
Darurat Narkoba: Data dan Realita Lapangan
Berdasarkan data penindakan sepanjang tahun 2026, Labuhanbatu Raya menunjukkan eskalasi kasus yang signifikan. Luasnya wilayah yang berbatasan dengan jalur lintas strategis menjadikan kawasan ini rentan terhadap distribusi jaringan narkoba lintas wilayah.
Denny menekankan bahwa fakta di lapangan menunjukkan perlunya evaluasi total terhadap strategi pengamanan wilayah. “Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan harus menghentikan pola kerja formalitas. Yang dibutuhkan sekarang adalah langkah luar biasa,” tambahnya.
3 Langkah Strategis Partai Gema Bangsa
Menyikapi kondisi tersebut, Partai Gema Bangsa mendorong tiga poin krusial untuk segera diimplementasikan oleh pemangku kebijakan:
-
Operasi Penindakan Tanpa Kompromi Menargetkan akar masalah dengan mengejar bandar besar dan memutus rantai distribusi, bukan hanya menangkap pengguna di level bawah.
-
Pembersihan Internal dan Anti-Backing Melakukan audit dan pembersihan menyeluruh terhadap kemungkinan adanya praktik pembiaran, backing, atau keterlibatan oknum aparat yang dapat melemahkan upaya pemberantasan.
-
Penguatan Jalur Lintas Strategis Memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Labuhanbatu Raya guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.
Gerakan Nasional: Dari Keluarga untuk Indonesia
Partai Gema Bangsa mendesak Polri, BNN, dan Pemerintah Daerah untuk menjadikan isu ini sebagai Agenda Darurat Bersama. Denny Adin mengingatkan bahwa langkah represif harus berjalan seiring dengan penguatan pencegahan yang berbasis pada kearifan lokal dan komunitas.
“Langkah pencegahan harus diperkuat di lingkungan terkecil: keluarga, sekolah, desa, hingga komunitas masyarakat. Gerakan ini tidak boleh berhenti di Sumatera Utara, tapi harus menjadi momentum nasional di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Komitmen Mandiri Bangsa
Sebagai partai yang mengusung semangat Indonesia Mandiri dan Desentralisasi Politik, Gema Bangsa melihat bahwa pemberantasan narkoba adalah fondasi utama untuk membangun daerah yang kuat. Tanpa pemuda yang sehat dan bebas narkoba, visi pembangunan daerah akan sulit tercapai.
“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab moral kita semua. Gema Bangsa akan terus berdiri di garis depan memastikan masa depan generasi Indonesia tetap bersinar,” pungkas Denny.

