Di tengah gaduh politik nasional yang kerap menyita perhatian publik, Partai Gema Bangsa memilih jalur yang lebih sunyi namun berdampak: kembali ke rakyat, memberdayakan keluarga, dan memperkuat UMKM dari akar rumahan. Minggu pagi di Mustikajaya, Bekasi, aroma ayam kripsi dan bakso gurih berubah menjadi simbol baru komitmen partai terhadap kemandirian ekonomi bangsa.

Suasana Kegiatan: Ketika Dapur Menjadi Ruang Belajar
Angkringan RT 010 RW 010 Taman Alamanda 2 mendadak ramai oleh puluhan ibu-ibu berseragam biru. Mereka datang bukan hanya untuk memasak, tetapi untuk membuka peluang ekonomi baru. Cooking Class UMKM Kreatif ini menjadi wadah belajar yang sederhana namun sarat makna.
Ketua RW 010 Mustikajaya, Iding Muhiddin, menyambut kegiatan ini dengan antusias.
“Ini kegiatan positif karena ada kolaborasi. Ibu-ibu diajarkan membuat sajian kekinian yang layak diproduksi. Harapannya, bisa menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Dari Pelatihan Memasak Menuju Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kelas memasak. Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah nyata pemberdayaan ekonomi keluarga agar mampu menciptakan peluang usaha mandiri.
“Ini bukan hanya soal ayam kripsi dan bakso. Ini tentang membuka jalan bagi industri rumahan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Kemandirian Ekonomi: Misi Besar yang Dimulai dari Langkah Sederhana
Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, mengaitkan kegiatan ini langsung dengan platform partai: membangun kemandirian ekonomi nasional melalui UMKM, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.
“Bangsa yang kuat berdiri di atas kemandirian ekonominya sendiri. UMKM harus naik kelas dan memperkuat identitas produk lokal. Banyak makanan khas Indonesia bisa dikembangkan lebih modern,” tegasnya.
Chef Cak Eko: Resep Restoran Mewah untuk Industri Rumahan
Kegiatan semakin hidup saat Chef Henky Eko Sriyantono—pemilik Bakso Cak Eko Malang sekaligus Ketua Bidang UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif—mengambil alih kelas.
Dengan penuh energi, ia mengajarkan resep ayam kripsi dan bakso gurih ala restoran mewah yang tetap mudah diproduksi di dapur keluarga. Suasana belajar berlangsung hangat, interaktif, dan penuh canda tawa.
Ditutup dengan Kebersamaan dan Semangat Baru
Pelatihan ditutup dengan makan bersama hasil kreasi peserta dan pembagian doorprize yang menambah semarak suasana. Namun lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan yang kuat: kemandirian ekonomi tidak selalu dimulai dari ruang seminar, tetapi bisa lahir dari dapur sederhana dan tekad untuk berubah.
Partai Gema Bangsa menunjukkan bahwa gerakan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang nyata—dan hari itu, langkah itu dimulai dari Bekasi.

