Jakarta, 24 Februari 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa menggelar Buka Bersama yang dirangkaikan dengan Rapat Strategis Pengurus DPP di Kantor DPP Partai Gema Bangsa. Agenda ini menjadi momentum penting konsolidasi ideologi, evaluasi organisasi nasional, sekaligus penegasan arah perjuangan menuju Pemilu 2029.

Kegiatan yang bersifat wajib bagi jajaran pimpinan DPP ini berlangsung tertib dan sistematis sesuai rundown acara: registrasi peserta, pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Ketua Umum, rapat strategis internal, tausiyah Ramadhan, doa bersama, dan buka puasa.
Sejak awal, suasana spiritualitas dan kedisiplinan organisasi menyatu dalam forum yang hangat namun penuh keseriusan.
Penegasan Ideologi oleh Ketua Umum
Dalam arahannya, Ketua Umum kawan Ahmad Rofiq menegaskan kembali bahwa Desentralisasi Politik adalah garis perjuangan utama Partai Gema Bangsa yang harus menjadi diferensiasi nyata di ruang publik.
Beliau menekankan:
-
Konsistensi satu slogan nasional.
-
Penguatan narasi ideologi dalam seluruh aktivitas struktural.
-
Optimalisasi media sosial pengurus sebagai instrumen komunikasi politik modern.
-
Pembagian peran yang terukur di tingkat DPP.
-
Diferensiasi tegas dalam kompetisi politik nasional.
“Struktur boleh tumbuh cepat, tetapi ideologi harus tumbuh lebih dalam,” tegasnya.
Laporan Organisasi dan Arah Konsolidasi Nasional
Memasuki sesi rapat inti yang dipimpin Sekretaris Jenderal kawan Muhammad Sopiyan, dipaparkan perkembangan struktur nasional:
-
100% DPW provinsi telah terbentuk.
-
±91% DPD kabupaten/kota telah terbentuk.
-
Tantangan berikutnya adalah penyamaan kualitas pemahaman ideologis antarwilayah.
Sekjen menekankan bahwa fase ekspansi struktur hampir tuntas, dan kini partai memasuki fase penguatan kualitas kaderisasi serta konsolidasi nasional melalui forum Zoom bersama seluruh DPW.
Pandangan Strategis Para Pengurus
Dr. Yandradoni (Babeh Doni): Pendalaman Ideologi dan Disiplin Organisasi
dr. Yandradoni, yang akrab disapa Babeh Doni, menegaskan bahwa pertumbuhan struktur harus dibarengi dengan pendalaman ideologi secara sistematis.
Beliau menyoroti pentingnya:
-
Standarisasi materi ideologis nasional.
-
Penguatan disiplin komunikasi internal.
-
Kaderisasi berbasis pemahaman, bukan sekadar administratif.
Menurutnya, konsolidasi 2029 tidak hanya soal pemenangan elektoral, tetapi pembentukan kultur politik baru yang berakar pada kesadaran ideologis.
“Jika ideologi kuat, struktur akan kokoh. Jika ideologi lemah, struktur hanya menjadi angka,” tegasnya.
Joko Kanigoro: Strategi Berbasis Karakter Daerah
Kawan Joko Kanigoro menambahkan bahwa strategi nasional tidak dapat diterapkan secara seragam. Setiap daerah memiliki karakter sosial dan dinamika politik berbeda.
Ia mengusulkan pembentukan Laboratorium Politik Daerah sebagai ruang riset dan pemetaan potensi berbasis kondisi lokal. Gagasan ini memperkuat prinsip Desentralisasi Politik: kekuatan dibangun dari bawah.
Road Map Politik Menuju 2029
Rapat strategis menghasilkan sejumlah keputusan penting:
-
Percepatan dan penguatan Bapilu sebagai mesin kerja elektoral.
-
Penyusunan road map politik jangka menengah menuju 2029.
-
Pemetaan wilayah prioritas berbasis kesiapan struktur dan potensi elektoral.
-
Penegasan koordinasi DPP–DPW agar kerja simultan dan tidak tumpang tindih.
-
Percepatan rekrutmen kader potensial secara selektif.
Pendekatan ini menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa memasuki fase konsolidasi elektoral yang sistematis dan terukur.
Penguatan Institusi dan Kemandirian Partai
Forum juga membahas penguatan institusi ekonomi partai sebagai fondasi kemandirian jangka panjang. Partai diarahkan untuk tumbuh sebagai institusi ideologis yang profesional dan berkelanjutan, bukan sekadar kendaraan politik lima tahunan.
Tausiyah Ramadhan oleh Ustadz Abdul Ghofar Syarief
Menjelang berbuka puasa, Wakil Sekretaris Jenderal kawan ustadz Abdul Ghofar Syarief menyampaikan tausiyah bertema
“Kemenangan di Bulan Ramadhan.”
Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar keberhasilan formal, melainkan tercapainya:
-
Derajat takwa.
-
Pengendalian diri.
-
Ampunan dan pahala dari Allah.
“Jangan sampai kita ingin memenangkan pemilu, tetapi kehilangan kendali atas diri sendiri,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi moral bahwa perjuangan politik harus dibangun di atas integritas dan kedewasaan spiritual.
Penutup: Konsolidasi Spiritual dan Strategis
Doa bersama dan buka puasa menutup rangkaian acara, memperkuat kohesi internal dan komitmen kolektif menuju 2029.
Rapat Strategis DPP Gema Bangsa menegaskan bahwa partai akan bergerak dengan:
-
Ideologi yang konsisten.
-
Struktur yang solid.
-
Strategi elektoral yang terukur.
-
Koordinasi nasional yang kuat.
-
Integritas moral sebagai fondasi perjuangan.
Buka bersama ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol penyatuan spiritualitas dan strategi politik dalam satu garis perjuangan.
Partai Gema Bangsa menegaskan diri sebagai gerakan ideologis yang matang, terstruktur, dan siap memasuki fase konsolidasi nasional menuju 2029.
Indonesia Reborn, Indonesia Mandiri.



