Di tengah lanskap informasi yang kian bising, Partai Gema Bangsa menegaskan bahwa politik dan media tidak seharusnya berjalan di rel yang berbeda. Keduanya adalah dua kekuatan bangsa yang, bila saling memahami peran, bisa menumbuhkan kesadaran baru tentang demokrasi yang beradab.
Pesan itu menjadi inti dari pertemuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa dengan Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Selasa (14/10/2025).
Pertemuan yang berlangsung hangat itu dihadiri oleh Kawan Ahmad Rofiq (Ketua Umum), Kawan Muhammad Sopiyan (Sekjen), Kawan Abd. Khaliq Ahmad (Waketum), serta jajaran pimpinan bidang: Kawan Hardiansyah, Kawan dr. Yandra Doni, Kawan Imam Prihadiyoko, Kawan Ike Julies Tiati, Kawan Denny Adin, dan para Wasekjen Kawan Hasan Asy’ari serta Kawan Ayun Sri Damayanti Wahyuni.
Menjembatani Politik dan Ruang Publik
Menurut Kawan Ahmad Rofiq, media bukan hanya penyampai berita, tetapi ruang interaksi publik yang berperan mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran sosial, ekonomi, serta politik bangsa.
“Bagi kami, Partai Gema Bangsa sebagai partai baru penting kiranya bertemu dan berdiskusi tentang kondisi bangsa melalui sudut pandang media,” ujarnya.
Kawan Rofiq menilai Grup Kompas TV dan Harian Kompas selama ini telah menjadi penyeimbang informasi yang kredibel dan relevan dengan realitas masyarakat.
“Kompas menjadi penyeimbang informasi. Di tengah diamnya sebagian media, Kompas tetap hadir memberi pencerahan publik,” tegasnya.
Media sebagai Penjaga Demokrasi
Sementara Kawan Muhammad Sopiyan menyoroti fungsi media sebagai alat ukur kualitas demokrasi.
“Media bisa membentuk opini publik dan mendidik masyarakat. Karena itu, partai dan media punya visi yang sama: menjaga demokrasi yang sehat,” tutur Kawan Sopiyan.
Bagi Gema Bangsa, kemitraan dengan media bukanlah strategi pencitraan, melainkan strategi pencerahan. Di era digital yang sering menyesatkan persepsi, kolaborasi semacam ini menjadi penting untuk menyalakan kembali kesadaran publik.
Pertemuan yang Dinanti
Dari sisi komunikasi, Kawan Ike Julies Tiati, Ketua Bidang Digital, Komunikasi dan Media, menambahkan bahwa agenda ini telah lama dirancang namun baru kini menemukan waktu yang tepat.
“Pertemuan ini sudah direncanakan sejak lama. Alhamdulillah akhirnya bisa terlaksana, dan kita berdiskusi santai dengan salah satu Pemimpin Redaksi Harian Kompas,” ujarnya dengan hangat.
Menatap Arah Baru Politik Pencerahan
Pertemuan antara Gema Bangsa dan Harian Kompas ini lebih dari sekadar silaturahmi. Ia adalah sinyal politik baru: bahwa Gema Bangsa ingin mengembalikan politik ke jalur nilai — politik yang mencerdaskan, menguatkan, dan menyatukan bangsa.
Gema Bangsa melihat media bukan sebagai lawan yang kritis, tapi sebagai teman seperjuangan dalam menumbuhkan kesadaran kebangsaan.
Karena sejatinya,
politik tanpa media hanyalah propaganda, dan media tanpa politik hanyalah ruang kosong tanpa arah.
Gema Bangsa memilih jalan tengahnya: berdiri bersama, membangun bangsa dengan akal sehat dan nurani publik.


