Bengkalis Menyala: Dari Gerakan Mandiri Menuju Kedaulatan Politik Baru
Tak banyak yang tahu bahwa kata “Gema” dalam Partai Gema Bangsa bukan sekadar bunyi yang menggema. Ia adalah singkatan dari […]
Lahir dari Rakyat, Untuk Rakyat
Tak banyak yang tahu bahwa kata “Gema” dalam Partai Gema Bangsa bukan sekadar bunyi yang menggema. Ia adalah singkatan dari […]
Di tengah lanskap informasi yang kian bising, Partai Gema Bangsa menegaskan bahwa politik dan media tidak seharusnya berjalan di rel
Dalam setiap siklus politik di Indonesia, isu otonomi daerah sering kali terbentur pada realitas pahit: sentralisme Jakarta yang abadi. Ironisnya,
Dua puluh lima tahun sudah Provinsi Banten berdiri sebagai entitas mandiri. Namun, bagi rakyatnya, usia otonomi administratif ini hanyalah babak
Politik kita sering terasa gersang. Kursi diperebutkan, jargon diproduksi, baliho dipajang, tapi rakyat tetap merasa asing. Seniman pun hanya dipanggil
“Selamat Hari Tani Nasional 2025, marilah kita bersama-sama mengembalikan jati diri Indonesia sebagai Negara Agraris…”— Ayun Sri Damayanti, Wasekjen DPP
Kalau kita bicara partai politik di Indonesia hari ini, jujur saja, hampir semuanya masih sangat feodal. Partai bukan lagi milik
Dari Ruang Sidang ke Arena Politik Banyak orang masuk politik lewat jalan pintas: penampilan menarik, modal besar, atau kedekatan dengan
Tradisi pidato Indonesia di PBB membuktikan bahwa politik sejati lahir dari keberanian dan suara rakyat, selaras dengan semangat Partai Gema
Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang tak pernah tidur, sebuah momentum politik lahir dari ruang pertemuan Hotel Mercure Cikini. Pada 11–12